AKSI UMAT ISLAM PEDULI.. SOSIALISASI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA TENTANG HUKUM PERAYAAN NATAL BERS

Kamis, 24 Desember 2015 - 16:37 WIB
Diposting oleh:

AKSI UMAT ISLAM PEDULI

SOSIALISASI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA TENTANG HUKUM PERAYAAN NATAL BERSAMA DAN MEMAKAI PAKAIAN/ATRIBUT/TOPI SANTA BAGI SEORANG MUSLIM

Alhamdulillah, Allohumma Sholli ‘Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, amma ba’du;

Pemaksaan kehendak kepada ummat agama lain untuk merayakan dan menggunakan simbol-simbol agama yang bukan dianutnya merupakan perbuatan intoleran dan melanggar hukum. Hal ini mencederai upaya kita bersama untuk menjaga suasana Kota Malang yang aman dan kondusif, penuh toleransi dan saling menghargai.

Berdasarkan laporan masyarakat selama bulan Desember 2015 ditemukan beberapa tempat usaha di kota Malang yang meminta/mengharuskan karyawannya (termasuk muslim) menggunakan atribut agama lain (topi santa, sinterklas dll), yang hal ini bertentangan dengan Himbauan Menteri Agama, Fatwa MUI Pusat, Jatim serta MUI Kota Malang, bahwasannya mengikuti perayaan dan memakai pakaian/atribut agama lain bagi seorang muslimharam hukumnya dan bertentangan dengan UUD 1945 tentang kebebasan beragama.

Sebagai bentuk kepedulian kepada sesama Muslim agar terjaga akidahnya dan untuk kota malang agar suasana tetap kondusif, Maka pada hari ini, Rabu, 11 Rabiul awwal 1436 H/ 23 Desember 2015 Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah Kota Malang dan beberapa elemen Umat Islam Peduli melakukan sosialisasi Fatwa MUI dibeberapa titik Mall, pusat perbelanjaan, pertokoan dan sarana public lainnya diantaranya, MOG, MATOS, Ikan Bakar Cianjur, Stasiun Kota Baru, Royal ATK dan beberapa tempat lainnya. Aksi simpatik dilakukan secara damai dan dialogis berdasar koordinasi dengan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Kota Malang serta pemberitahuan kepada pihak Kepolisian.

Perlu diketahui bahwa di beberapa tempat belanja dan restoran Kota Malang, diantaranya Ikan Bakar Cianjur, Stasiun Kota Baru, Royal ATK hampir seluruh karyawannya “diwajibkan” menggunakan symbol/atribut agama lain (topi santa) padahal hampir seluruh karyawannya muslim. Tentu ini bertentangan dengan prinsip toleransi dan hak kebebasan beragama.

Alhamdulillah, dengan dialog persuasif, manajemen MOG dan MATOS menyambut dengan sangat baik dan siap menyampaikan Fatwa-fatwa MUI tersebut untuk karyawannya. Sedangkan dibeberapa tempat yang lain mendapatkan reaksi yang beraneka ragam baik positif atau negatif, seperti halnya di Ikan Bakar Cianjur, Stasiun Kota Baru, Royal ATK belum berhasil menemui owner/manajer yang bersangkutan karena tidak ada di tempat, namun manajemen berjanji untuk menindaklanjuti kumpulan fatwa MUI tersebut untuk disampaikan kepada pemilik toko/restoran tsb.

Harapannya masyarakat muslim ikut mengawal fatwa MUI tsb dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar dengan cara yang bijak demi terciptanya BUMI AREMA yang diberkahi Allah Subhanahu wata’ala Allahumma amiin

Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah Kota Malang

Ketua. Koordinator

Mujahidin A. Abdurrahman

Amir dan Penasehat
Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami

 

© Copyright 2016 MTDHK