Wajib Masuk Kurikulum Sekolah, Pondok Pesantren dan Lembaga Pendidikan

Rabu, 21 Maret 2018 - 08:34 WIB
Diposting oleh:

Wajib Masuk Kurikulum Sekolah, Pondok Pesantren dan Lembaga Pendidikan

Kita prihatin dengan fenomena saat ini; caci maki, hujat, pembunuhan karakter bahkan mengeluarkan dari Sunnah dalam masalah khilafiyah furu’iyyah. Ini keburukan dan musibah bagi umat !

Solusi dari masalah ini adalah sebagai berikut;

1. Mengakui adanya perbedaan pendapat.
2. Menghargai yang berbeda tanpa caci maki apalagi mengeluarkan dari Sunnah.
3. Meyakini bahwa ini bukan masalah prinsip, tapi furu’iyyah.
4. Membuka wawasan murid dan umat agar luas dan tidak sempit sehingga lapang dada menyikapi perbedaan.
5. Kalau ada ulama yang menuduh sesat dan semisalnya, maka kita memilih ulama yang bahasanya lebih halus. Dan berhusnudzdan kepada ulama yang lain, mungkin situasi dan kondisi yang menjadikannya bersikap seperti itu.

Lima poin diatas wajib dimasukkan dalam kurikulum di sekolah, pondok pesantren dan lembaga pendidikan lainnya.

Mari kita selamatkan generasi muda demi menyongsong masa depan yang lebih baik, berkarakter, akhlakul karimah, budi pekerti mulia, menuju Indonesia yang berkeadilan dan lebih beradab.

Semoga bermanfaat.

Malang, 29 Jumadats Tsaniyah 1439 / 17 Maret 2018

Guru yang prihatin menyaksikan keadaan umat
Abdullah Sholeh Hadrami
@AbdullahHadrami


© Copyright 2016 MTDHK